Entah mau darimana aku
mengungkapkan kekecewaanku ini, sulit rasanya untuk mempercayai hal ini
terjadi. Ketika aku mengetahui hal yang seharusnya aku tau sejak aku masih
dijakarta pada saat itu. Namun aku tidak menyesalinya aku mengetahui hal ini
terlambat, lebih baik terlambat mengetahui hal ini dari pada tidak sama sekali
mengetahuinya.
-
-
-
Awal mula aku
mengetahui hal ini ketika kamu sedang main dirumahku dan pada saat kamu sedang
mebersihkan dirimu dan hpmu kamu tinggal dikamarku entah mengapa tanganku dan
pikiranku ingin sekali untuk mengecek hpmu. Ketika aku cek salah satu sosmedmu
sungguh terkejut apa yang aku dapati saat itu. Aku berusaha menguatkan diriku agar
aku tidak meneteskan air mata pada saat membaca salah satu chatmu dengan
seorang yang dulu pernah menjadi bagian yang special dihidupmu. Aku benar-benar
shock saat membacanya, semua kecurigaanku terhadapmu benar adanya. Kalian masih
bertemu dan kalian masih menjalin komunikasi layaknya kalian masih “sepasang
kekasih” entah kalian mempunya hati atau tidak, bisa-bisanya kalian melakukan
itu di belakangku. Ketika aku berusaha untuk tidak mempermasalahkannya namun
hati ini tidak dapat menahan rasa kecewa hingga akhirnya aku bercerita kepada
dua teman baikku dan mereka memberiku saran untuk membicarakan hal ini
kepadanya, dan akupun menurutinya.
Malam itu kamu datang untuk menjelaskan semuanya, aku
mendengarkan penjelasanmu hingga ada penjelasanmu seperti ini “ aku ngejaga
perasaan dia “ , oh my god sulit rasanya percaya ketika kata-kata itu terlontar
dari bibirnya, ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya karena dia
tidak memikirkan perasaanku yang notabennya aku lah yang seharusnya kamu jaga
perasaannya terlebih dulu dibandingkan dia yang notabennya disini sudah bukan
siapa-siapa kamu lagi. Sedih,kecewa,ingin menangis semuanya menjadi satu.
Setelah selesai menjelaskan aku berkata kepadanya “aku adalah tipe orang yang
sulit untuk mempercayai siapapun ketika sudah dibohongi“ dan dia mengerti akan
hal itu dan berjanji untuk mengembalikan kepercayaanku kembali kepadanya. Yah
semoga saja hal itu benar adanya,sampai saat ini aku masih sulit mempercayai
kenapa hal itu bisa terjadi.
Aku berharap tidak ada lagi kebohongan di antara kita
karena aku tidak ingin merasakan kekecewaan untuk kedua kalinya dan aku tidak
ingin kamu merasakan yang namanya kekecewaan. Karena rasanya kekecewaan
sungguh-sungguh membuat seseorang sulit untuk mempercayai hal sekecil apapun
nantinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar