Hey-ho rasanya udah lama banget aku gak nulis panjang kaya gini, sebenernya banyak banget cerita yang mau aku abadiin lewat tulisan.
Hari ini aku mau cerita tentang kelulusanku dan perjalanan ku menyelesaikan studi di Yogyakarta.
Tanggal 18 Mei 2017 aku sudah di wisudaaaaa, aku bahagia banget pada hari itu, karena aku tidak menyangka aku dapat di wisuda pada hari itu, dan aku juga bahagia karena aku dapat mewujudkan cita-cita mama pada hari itu. Pada saat wisuda yang datang untuk mendampingi aku hanya mama dan sahabatku yaitu singgih. Kenapa aku mengajak singgih karena aku tidak ingin mama bingung duduk sendirian sampai acara wisudaku selesai, jadi aku mengontek singgih untuk menemani mamaku dan puji Tuhannya dia bisa hohoho.
Kurang lebih 3 tahun 8 bulan aku menyelesaikan perkuliahanku di jogja, aku berkuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo, yap itu kampus swasta. Awalnya aku ingin berkuliah di UGM tapi apadaya aku tidak lolos SMPTN pada saat itu melalui jalur sekolahku pada saat di SMK. Dan mamaku menyuruhku untuk mencari kampus swasta saja di jogja akhirnya aku masuklah ke STP Ambarukmo ini, aku tau kampus ini dari temanku yang di Jakarta yang ingin berkuliah di kampus tersebut tapi tidak jadi karena dia tidak mendapat restu untuk merantau haha, jadi akulah yang kuliah di kampus tersebut. Awalnya akupun susah sekali mendapat izin untuk bisa merantau ke jogja, karena aku anak satu-satunya dan anak perempuan, mamaku takut aku di jogja macem-macem ( ya emang niatnya gitu ) haha, tapi akhirnya aku mendapat izin karena biaya kuliahku yang bisa dijangkau oleh mamaku dan ada salah satu sepupuku yang masih berkuliah di jogja dan akhirnya aku tinggal bersama dia selama aku di jogja.
Semester pertama aku berkuliah di jogja semua berjalan dengan lancar, aku merasa sangat cocok dengan lingkungan disana sampai ketika aku ingin memasuki semester dua, di situ mulai ada masalah, di mana mama menyuruhku untuk mencari pekerjaan dan bertanya ke kampus prosedur untuk cuti kuliah itu seperti apa. Sungguh hatiku sangat sedih pada saat mendengar hal itu, mama menyuruhku cuti, aku bingung ingin bercerita kepada siapa pada saat itu karena aku anak yang termasuk tertutup dan individual. Mama menyuruhku untuk cuti bukan tanpa alasan, pada saat itu usaha yang mama jalankan di daerah priuk tidak berjalan dengan lancar, mama membuka warung nasi di daerah tersebut tapi apa daya, masakan mama tidak laku di sana, ada gosip yang menyebabkan makanan mama tidak laku, yaitu mama di tuduh menggunakan minyak babi sebagai bahan untuk menggoreng makanannya. Tapi sejujurnya mama tidak melakukan hal itu, karena mama juga punya hati, ia tidak akan menggunakan minyak babi di mana mayoritas penduduk tersebut adalah orang muslim. Mama tidak sekeji itu hanya untuk merauk untuk yang besar. Pada saat itu aku hanya sering mengurung diri di kamar, bahkan aku kembali ke jalan yang menurutku itu tidak baik, aku tidak punya teman cerita bukan tidak punya sih, lebih ke aku suka memendam segala sesuatunya sendiri, aku menagis di kamarku tanpa ada orang yang tau, aku merokok hanya untuk menghilangkan rasa stress yang ada di otakku saja, aku melakukan hal itu hampir tiap hari. Namun Tuhan ternyata punya kehendak lain untuk mama. Akhirnya mama tidak berjualan lagi di tempat itu, mama pindah ke tempat asal mama pertama kali mama membuka usaha warung makan tersebut. Nama daerahnya bandan, mama berjualan nasi kembali disitu, ya walaupun di pinggir jalan, setidaknya usaha mama lebih lancar disitu. Dan puji Tuhan aku tidak jadi cuti, aku kembali berkuliah di semester dua dan semua berjalan lancar hingga semester empat. Di awal aku memasuki semester lima, aku mendapatkan kabar, bahwa warung mama di gusur oleh satpol pp, mama di larang untuk berjualan di tempat itu, tapi mama pantang menyerah, ia melakukan segala cara agar tetap berdagang di tempat tersebut, akhirnya mama memasak masakannya di rumah dan ia membawanya ke warung yang hanya beralaskan meja dan tenda seadanya saja, mama terus berusaha sekuat tenaga, ia tidak ingin membuat aku bersedih pada saat itu jadi ia berkata “Mama gapapa seperti ini yang penting kam cepat selesai kuliahnya ya nakku, yang bener kam disana ya, biar cepat kam selesai kuliahnya” hatiku merasa sangat sakit mendengar hal itu, aku merasa tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu mama. Tapi Tuhan tidak pernah tidur, ia kembalikan warung mama seperti sediakala lagi, mama dapat membuka warungnya seperti dulu setelah hampir satu bulan berdagang seadanya. Ternyata satpol pp yang menurutku kejam itu pun membuat perjanjian kepada mama dan pedagang lainnya disana, mereka boleh berjualan dengan syarat yang mereka tentukan. Dan akhirnya mama dapat berdagang seperti sediakala sampai saat ini. Dan karena hal tersebutlah aku jadi kembali fokus berkuliah lagi, Puji Tuhan aku dapat menyelesaikan kuliahku tepat pada waktunya. Aku dapat mewujudkan cita-cita mama pada hari dimana aku di wisuda, aku sangat bahagia melihat senyum mama pada saat itu, aku senang karena aku dapat memberikan senyum kebahagian itu untuk mama. Mungkin banyak yang mengatakan aku lulus cepat karena kampusku menggunakan system paketan, dimana setiap semesternya akademiklah yang mengatur jumlah matakuliah kami, sehingga kami tidak perlu repot-repot mengatur berapa banyak sks yang kami boleh ambil setiap semesternya namun FYI system itu pun sama dengan yang tidak paketan, jika kami mengalami ke gagalan di salah satu mata kuliah ya kami harus mengulangnya, itu pun jika di semester adik tingkat kami terdapat jadwal matakuliah yang ingin kami ulang, jika tidak ya kami harus menunggu hingga jadwal tersebut ada. Aku pun tidak perduli dengan cibiran orang yang mengatakan kampusku jelek, tidak terkenal, sure I don’t care about that things, karena aku berpikir itu semua tergantung diri kamu, kalo kamu kuliah di kampus yang bagus dan terkenal tapi kamu tidak serius menjalankan perkuliahanmu semua akan nihil hasilnya. Dan sekarang tanggung jawabku yang selanjutnya adalah aku mendaptkan pekerjaan dan aku membahagiakan mama, mungkin belum sekarang tapi aku yakin aku akan segera dapat membahagiakan mama.
Kejar impianmu sejauh apapun itu, yakin dan percayalah di setiap usahamu mengejar mimpimu Tuhan dan keluargamu selalu membantumu untuk menggapainya. Usaha dan berdoa adalah kunci utama kamu dapat meraih mimpimu. God Bless You Everybody😇❤
Semoga dapat menjadi motivasi untuk kalian yang membaca ya, sebenarnya masih panjang ceritanya tapi aku hanya mengambil intinya saja😊
Semoga dapat menjadi motivasi untuk kalian yang membaca ya, sebenarnya masih panjang ceritanya tapi aku hanya mengambil intinya saja😊









