21 Agustus 2014 kamu tiba di tempat aku menuntut
ilmu dan kamu mempunyai waktu satu minggu untuk berliburan disini sekaligus
melepas rindumu kepadaku dan akupun tidak akan menyianyiakan waktu yang sangat
singkat itu untuk tidak bertemu denganmu. Kita memanfaatkan waktu yang ada
dengan sebaik mungkin pada saat itu.
-
-
-
Satu
minggupun akhirnya usai. Tepat tanggal 27 Agustus 2014 pukul 14:50 kamu kembali
ke Jakarta untuk melanjutkan rutinitasmu disana. Perasaanku saat itu sedih
campur senang. Sedih tidak dapat mengantarmu pulang, Senang bisa mengabiskan
waktu bersamamu dikota dimana aku menuntut ilmu.
Namun
belum ada satu bulan kita tak bertemu rasa rindu itu menghampiri diriku. Sesak
rasanya dada ini harus menahan rindu. Padahal kita selalu bertukar kabar
melalui via bbm,line,ataupun telpon namun rasa rindu itu tetap saja melekat di
dada ini dan membuatku sesak. Obat yang mujarab untuk menyembuhkan rasa sesak ini
aku rasa hanyalah bertemu denganmu.
Perlu
kamu ketahui aku merindukan kebersamaan kita yang sederhana saat menghabiskan
waktu hingga bulan dan bintang menampakan dirinya. Aku merindukan perbincangan
dimana saat kita membahasnya kita tertawa bahkan kita bisa saling
berargumentasi untuk suatu hal yang tidak penting namun kita menyukai hal itu.
Aku merindukan perilaku konyolmu semata-mata hanya untuk membuatku tersenyum. Aku
merindukan suara nada yang keluar dari bibirmu. Dan yang paling penting dari
semua itu adalah AKU MERINDUKAN DIRIMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar