Minggu, 14 September 2014

Aku Dan Rinduku



21 Agustus 2014 kamu tiba di tempat aku menuntut ilmu dan kamu mempunyai waktu satu minggu untuk berliburan disini sekaligus melepas rindumu kepadaku dan akupun tidak akan menyianyiakan waktu yang sangat singkat itu untuk tidak bertemu denganmu. Kita memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin pada saat itu.
-
-
-
Satu minggupun akhirnya usai. Tepat tanggal 27 Agustus 2014 pukul 14:50 kamu kembali ke Jakarta untuk melanjutkan rutinitasmu disana. Perasaanku saat itu sedih campur senang. Sedih tidak dapat mengantarmu pulang, Senang bisa mengabiskan waktu bersamamu dikota dimana aku menuntut ilmu.


Namun belum ada satu bulan kita tak bertemu rasa rindu itu menghampiri diriku. Sesak rasanya dada ini harus menahan rindu. Padahal kita selalu bertukar kabar melalui via bbm,line,ataupun telpon namun rasa rindu itu tetap saja melekat di dada ini dan membuatku sesak. Obat yang mujarab untuk menyembuhkan rasa sesak ini aku rasa hanyalah bertemu denganmu.



Perlu kamu ketahui aku merindukan kebersamaan kita yang sederhana saat menghabiskan waktu hingga bulan dan bintang menampakan dirinya. Aku merindukan perbincangan dimana saat kita membahasnya kita tertawa bahkan kita bisa saling berargumentasi untuk suatu hal yang tidak penting namun kita menyukai hal itu. Aku merindukan perilaku konyolmu semata-mata hanya untuk membuatku tersenyum. Aku merindukan suara nada yang keluar dari bibirmu. Dan yang paling penting dari semua itu adalah AKU MERINDUKAN DIRIMU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar